Ikan Etong Bakar A Badru, Salah Satu Olahan #Terbaik di Alam Semesta!

by - November 04, 2017

Pernah makan ikan etong bakar belum? Kalau belum brosis wajib ikutin gw. Buat yang sudah pernah icip-icip tapi belum nyoba yang di sini brosis lagi-lagi wajib ikutin gw. Ini adalah ikan etong bakar terlezat yang pernah gw cicipin. Bahkan, bisa jadi ikan bakar paling lezat yang pernah diolah. Gak percaya?

Sore menjelang, aktivitas warga Subang di wilayah perkotaan pun perlahan menyurut. Biasanya mendekati gelap seperti itu, angkutan kota yang rajin mengelilingi kota Subang mulai hilang satu per satu kembali ke kandangnya. Begitu mendekati malam, Subang memang relatif tak terlalu ramai dengan hiruk pikuk manusia, bahkan cenderung sepi.

Tapi, denyut nadi kota Subang tak serta merta terhenti, tepatnya di seberang SMP 1 yang bersebelahan dengan RS PPN, sebuah lapak justru baru saja dibuka. Beberapa orang tampak sibuk memasang tenda, mengatur kursi dan meja serta memajang-majang perlengkapan makan pada sebuah gerobak yang memiliki etalase kaca. Dalam beberapa menit, lapak tersebut tertata rapi sebagai sebuah tenda yang menyediakan masakan dengan menu utama ikan bakar.

Selidik punya selidik, warung tenda tersebut berlokasi di sisi tanah kosong eks hotel yang tak terpakai. Masuk sedikit ke jalan aspal kecil kalau dari jalan raya.

Posisinya nyempil di sebelah lahan tak terpakai yang ada di samping Subang Plaza Hotel. Tapi meski ada di pinggir jalan raya, wilayah operasinya berada di luar trotoar jalan karena sedikit masuk ke pekarangan lahan tak terpakai itu.

Begitu sudah dibuka, dalam hitungan menit mulai berdatangan pembeli yang datang ke sana. Sekejap saja kepulan asap dan bau wangi bakaran ikan beserta bumbunya sudah berhembus dan tertiup angin ke mana-mana.

Aromanya benar-benar menggoda. Beberapa orang yang menjadi karyawan warung tenda tersebut tampak sibuk hilir mudik.

Di luar tenda, ada yang sibuk membakar ikan di pembakaran, sebagian kerepotan menyisit ikan atau cumi-cumi di bagian belakang. Sementara di bagian dalam tenda, salah seorang membagi-bagikan piring penuh nasi dan gelas berisi air putih pada konsumen yang sudah duduk rapi menunggu masakan disajikan.

Kesibukan terus berlanjut karena konsumen terus berdatangan. Dengan terampil seorang karyawan membereskan sisa-sisa makan dan membersihkan meja begitu serombongan pejabat yang selesai menikmati ikan bakar berlalu. Giliran sebuah keluarga masuk dan duduk menunggu masakan dihidangkan. Begitu seterusnya.

Belakangan, barulah diketahui bahwa lapak itu adalah warung tenda yang dikenal sebagai salah satu tempat favorit di Subang yang menyediakan bermacam ikan bakar lezat plus beberapa menu sea food. Tapi senjata andalannya adalah ikan etong bakar.

Nama yang tertulis di spanduknya kelihatan sudah sangat akrab dengan warga Subang yang rata-rata merupakan pelanggannya. Citra ikan etong bakar sudah sangat melekat di mata warga Subang dan para penikmatnya.



Lalu seperti apa ikan etong bakar A Badru ini. Sekilas melihat bentuknya, yang pertama kali hendak mencoba mungkin bakal ragu. Tapi buat gw yang udah puluhan kali menikmatinya, hadeuh bentuk 'buruk rupa' ini malah yang selalu terngiang kalau gw lagi ingat ikan bakar.

Dagingnya tidak seperti umumnya ikan yang mudah hancur saat dicomot, lebih mirip dengan daging ayam. Mungkin itu pula kenapa ikan ini disebut juga ikan ayam-ayam. Mencomot dagingnya amat mudah, anak-anak pun tidak sulit dapat potongan daging yang cukup buat dilahap masuk mulut.

Karena ini pula mungkin banyak anak-anak yang juga sangat doyan ikan etong bakar ini.

Soal bumbu, waduh ini yang paling krusial dan jadi kuncinya. Bumbu oles saat ikan dibakar inilah yang jadi senjata andalan. Karena itulah gw selalu pesan begini ke seksi pembakaran, "Kang bumbu olesnya yang banyak!"

Yups, dengan bumbu oles yang banyak, ikan etong ini sangat lezat sampai-sampai yang tersisa di tulang-tulang pun turut gw jilat habis. Secara, tulang ikan ini besar-besar.

Hebatnya lagi, sambel yang menemani ikam bakar etong ini tak kalah jempolan. A Badru meramu kecap dicampur bawang merah mentah dan cengek alias cabe rawit bersama dengan bumbu kacang. Saat dicolek dan berpadu dengan daging ikan etong yang sudah terlapisi bumbu oles, serada dunia berhenti, serasa milik gw doang! Lezatnya tak terkira.

Oh ya, asyiknya lagi karena ikan etong ini berukuran besar, satu ikan bisa dilahap ramai-ramai sekeluarga. Tapi kalau sama gw sih satu ikan aja nggak cukup. Haha.

Pokoknya, rasa ikan etong bakar ini juara! Bahkan menurut gw, ini adalah olahan ikan bakar terlezat yang pernah gw temuin. Gw belum dapet ikan bakar yang bisa nyaingin kelezatan etong bakar A Badru. Sumpeh.

Oh ya, cerita kesuksesan warung tenda itu cukup unik. Beberapa tahun silam, bermodal keberanian, pemilik warung ikan bakar tersebut nekat masuk ke Subang dan menawarkan ikan etong yang merupakan santapan khas warga Pantai Utara (Pamanukan) sebagai menu utamanya.

Tak disangka-sangka, produk yang dijajakannya ternyata diminati warga Subang. Tak genap setahun jadilah jadilah mereka penyedia ikan bakar etong pertama yang menikmati sukses di kota Nanas tersebut.

Langkah yang dirintis pemiliknya yang bernama Badruzaman lantas diikuti pedagang lain. Alhasil, kini cukup banyak lapak-lapak yang menyediakan ikan bakar Etong di beberapa wilayah kota Subang.

Tapi, tetap saja sebagai pelopor, warung tenda tersebut tak pernah ditinggalkan konsumen. Apalagi, menurut pemiliknya bumbu rahasia untuk ikan bakar yang jadi andalan itu memiliki cita rasa tersendiri yang tak bisa ditiru para pesaing sejenis.

Lapak yang sangat populer di Subang ini pun akhirnya dikenal dengan nama Bakar Ikan Laut A Badru.

Kini, dengan menu-menu seharga Rp 25 – 50 ribu untuk ikan etong bakar, Bakar Ikan Laut A Badru selalu diantri dan masih rutin dikunjungi pelanggan setianya.

Selain ikan etong, menu-menu lain seperti cumi, ikan kakap pun tak kalah laris diburu. Pada akhir pekan bisa dipastikan tak ada ruang tersisa untuk duduk di dalam warung tenda. Tepat tengah malam, waktu rutin tutup, menu yang ada sudah ludes tak bersisa.

You May Also Like

0 comments